PERCAKAPAN IO DENGAN 2 TEMAN KORBAN
(SALIM DAN JODY):
1. Salim (20, mahasiswa jurusan
astronomi)
Saya kemarin ada jam kuliah sampai
sekitar jam 6 sore, lalu saya pulang ke
rumah untuk menyelesaikan makalah yg
ditugaskan oleh dosen. Sebelumnya saya
hanya melihat Rio saat saya dan Luky
pergi ke perpustakaan kampus, saat itu
dia sedang bersama Jody dan Nur. Namun
itu pun tidak lama karena saya buru-buru
ke kelas saya dan Luky masih ada urusan
lain.
Saya dan Rio hanya punya masalah
sepele, tak bisa dijadikan motif untuk
saya membunuh dia.
Mungkin Nur itu yg membunuhnya karena
Rio pernah memaksa untuk melayaninya
saat Rio mabuk. (dengan suara kecil)
2. Jody (20, mahasiswa jurusan seni)
Saya kemarin bersama Nur ke
perpustakaan untuk mencari bahan
makalah kami, lalu Rio datang dan duduk
bersama kami. Setelah beberapa lama,
Salim datang namun hanya sebentar
karena katanya ia ada keperluan. Saya
bersama Nur sampai jam 7 malam karena
ada jam kuliah.
Sebenarnya saya lebih dekat dengan Nur
karena kami satu jurusan. Karena itu, Rio
sering cemburu pada saya. Dia memang
aneh dan terlalu cemburu, Nur kadang
merasa terkekang.
Saya tak ada masalah dengan Rio, karena
saya tak pernah mempedulikan tuduhan-
tuduhannya.
Mungkin Salim yg membunuhnya, karena
Salim punya hutang pada Rio dan Rio
sering menagih dengan cara yg tak sopan
dan kadang mengejek Salim.
Luky juga kerap jadi sasaran rasa
cemburunya, Rio sering menuduh bahwa
Luky dan Nur masih menjalin hubungan di
belakang Rio. Dasar pencemburu buta!
***
1. ANALISIS KASUS PERTAMA (KASUS DI
KOS RIO)! --> MAX 3 DB
2. ANALISIS KASUS KEDUA (KASUS DI
RUMAH LUKY)! --> MAX 3 DB
3. APA HUBUNGAN ANTARA KEDUA KASUS
TERSEBUT? --> MAX 2 DB
4. APA MAKSUD DARI KATA YG DITULIS DI
DALAM BUKU DI DEKAT MAYAT LUKY? -->
MAX 2 DB
"Hallo?" sapa Io saat ia mengangkat
telepon.
"hm begitu... Ok, saya akan sampai di
sana segera." katanya di akhir percakapan
dalam telepon itu.
Io bergegas pergi dengan motornya.
Sekitar pukul 08.34 ia sampai di sebuah
tempat kos yg sudah ramai oleh polisi
dan beberapa warga sipil. Ia menerobos
masuk untuk menemui Inspektur Jimmy,
namun ternyata tidak ada. Ia pun
bertanya pada seorang polisi bernama
Helmi, "Di mana Pak Jimmy?" "tadi sekitar
10 menit yg lalu beliau menerima telepon
dari istrinya katanya anaknya dibawa ke
rumah sakit, oleh karna itu ia ijin pergi
dan menyerahkan penyelidikan ini pada
kami. Beliau juga berpesan agar saya
memberi tahu anda tentang kasus ini."
jawab Helmi.
"hm, begitu... Ok jadi bagaimana dengan
kasus ini?" tanya Io lagi.
"Korban bernama Rio Kurniawan (20),
mahasiswa jurusan astronomi di sebuah
universitas negeri terkemuka di kota ini.
Korban ditemukan pertama kali oleh
pacar korban, yaitu Nur Silvia (19),
mahasiswi jurusan seni di universitas yg
sama dengan korban. Korban tewas di
dalam kamar kosnya dengan pisau yg
masih menancap di perutnya, namun
posisi tangan dan pisau itu aneh,
diperkirakan korban tewas kemarin sore
saat menonton DVD karate kid karena di
dalam DVD player-nya masih ada kaset
DVD karate kid dan TV pun dalam keadaan
menyala. Menurut keterangan Indra,
penghuni kamar kos sebelah kamar
korban, kemarin ia melihat korban datang
bersama seorang pria yg diduga teman
kuliahnya dan mereka tidak keluar dari
kamar korban, sampai saat korban keluar
kamarnya dan kembali dengan 2 botol air
minum, kedua botol itu ditemukan di
kamar korban dalam keadaan kosong, lalu
ia tidak tau lagi apa yg terjadi setelah itu
karena ia pergi ke swalayan untuk
berbelanja keperluan sehari- hari.
Menurut keterangan Ibu Rini, pemilik kos,
pisau yg ada di dapur menghilang 1,
padahal kemarin siang masih ada 3 buah
namun malamnya hanya ada 2 buah.
Pada pisau yg menancap di perut korban
itu terdapat 2 sidik jari; sidik jari korban
dan satu lagi belum diketahui, sidik jari yg
belum diketahui milik siapa itu hanya
terdapat sedikit di pisau itu." jelas Helmi
panjang lebar.
"baik, terima kasih atas penjelasannya yg
sangat detail. Saya permisi ingin melihat
keadaan mayat." kata Io.
"silakan, ke sini." ujar Helmi menunjuk
jalan.
'benar kata Helmi, korban
terlentang,sepertinya korban terjatuh
terjengkang, tangan korban masih
menggenggam pisau namun posisinya
aneh (menggenggam dengan posisi ibu
jari di bawah dan keempat jari lainnya di
atas), tak ada tanda-tanda kekerasan di
tubuh korban' pikir Io dalam hati.
"Hei Pak Helmi, apa saya bisa bicara
dengan pacar korban?" tanya Io. "tentu.
Dia ada di sana sedang duduk, dari tadi
dia tak henti menangis." kata Helmi
sambil menunjuk seorang gadis cantik yg
tengah menangis di kursi depan kos.
"permisi kak, bisa bicara sebentar? Saya
Tio Luqman, atau biasa dipanggil Io." sapa
Io ramah.
"ya? Saya Nur Silvia, kekasih Rio. Sungguh
saya tak menyangka hal ini bisa terjadi."
kata Nur dengan suara yg tersendat-
sendat.
"saya turut berduka atas hal ini. Oh ya
kak, apa kakak tahu siapa yg kemarin
datang ke kamar kos kak Rio?"
"saya tidak tau pasti karena hendphone
saya rusak kemarin, dan sorenya saya ada
kuliah sampai sekitar jam 7 malam.
Sesampai di rumah saya langsung
menelepon Rio lewat telepon rumah saya,
tapi tak ada jawaban. Karena sudah
malam, saya ke sini tadi pagi. Saat tiba,
saya membuka pintu kamarnya dan
menemukan Rio sudah seperti itu." ujar
Nur sembari menangis.
"oh begitu ya kak, apa kakak tahu siapa
saja teman dekat kak Rio atau yg terakhir
bersama kak Rio?" tanya Io kemudian.
"ada 3 orang; Salim, Luky, dan Jody."
jawab Nur.
"hemmm, bisa antar saya ke tempat
mereka?"
"iya"
"bagus, tunggu di sini ya kak, saya mau
ijin dulu pada polisi itu." kata Io sambil
menunjuk Helmi.
Setelah meminta ijin pada Helmi, Io dan
Nur pergi ke rumah teman-teman dekat
korban.
Sungguh mengejutkan, salah satu dari
mereka, Luky, ditemukan tewas di
rumahnya dan diduga bunuh diri dengan
meminum racun serangga. Sebagian
polisi di TKP 1 (kos Rio) pun menyusul ke
rumah Luky (TKP 2) termasuk Helmi dan
Indra. Diperkirakan Luky tewas kemarin
malam, di dekat korban terdapat sebuah
buku dan di dalamnya bertuliskan:
NAWAKSARA.
"sial, apa-apaan ini!" gerutu Io kesal.
"kak, bisa jelaskan tentang kak Luky ini?"
tanyanya pada Nur. "dia teman Rio,
sekaligus mantan kekasih saya. Dia
mahasiswa jurusan sejarah di universitas
yg sama dengan saya dan Rio, dia juga
ahli beladiri. Saya dengar orang tuanya
tinggal di Jepang, jadi dia tinggal
sendirian di rumah ini. Rio kadang
cemburu pada Luky karena dia mantan
kekasih saya. Saya sangat sedih atas
kejadian ini." kata Nur kembali menangis.
"hemmm, tabahkan hati kakak." kata Io
manenangkan.
"Io!" panggil Helmi, "ternyata korban kali
ini adalah pria yg kemarin datang ke kos
korban pertama, sidik jarinya cocok dan
Indra membenarkan hal itu." bisik Helmi.
"hemmm" gumam Io.
TO BE CONTINUED...
Pagi itu, sebuah surat datang ke H.S.D.
Seperti biasanya, permintaan kasus dari
klien. Klien kali ini berasal dari Medan.
Namun karena semua murid sedang sibuk
dengan misinya masing2 dan para guru
pun tangah sibuk, maka kepsek Coil
menyerahkan tugas ini kepada murid
baru bernama Tio Luqman (Io) dan
temannya Kiki Fahredzi. Io dan Kiki sangat
senang menerima tugas pertamanya
sebagai murid H.S.D, tanpa pikir panjang
mereka pun bergegas bersiap diri pergi
menuju Medan, semua berkas2nya sudah
diurus oleh pihak H.S.D. Setelah selesai
berkemas, mereka pun pamit dan
berangkat menuju bandara...
***
"hei bisa cepat sedikit!?", kata Io kepada
Kiki saat mereka tiba di bandara Polonia
Medan. "iya maaf, tapi tasku berat sekali
tau!", gerutu Kiki.
"lho Ki, kok rame sekali yah? Ada apa
yah?", tanya Io. "mana aku tau, kita 'kan
baru sampai di sini", kata Kiki masih
kerepotan dengan 2 tas besarnya.
'oh iya, kalo tak salah tadi ada 2 mobil
polisi di depan bandara, hemmm
mungkinkah terjadi kasus?', pikir Io dalam
hati.
"yaudah, kamu tunggu di sini aja, Ki. Aku
mau ke sana dulu, jangan ke mana-mana
ya!", ujar Io.
Ternyata benar dugaan Io, di tengah
kerumunan orang2, tepatnya di tengah
wilayah garis polisi ada sesosok mayat
wanita tergeletak dengan luka tikaman di
punggungnya, terlihat darahnya masih
segar, diduga waktu kematian korban
belum begitu lama.
"permisi pak, saya Io, murid H.S.D", kata
Io sambil menunjukkan kartu identitasnya
kepada seorang polisi yang tengah sibuk
di sana, tercetak nama Togar di nametag
seragamnya.
"HAH??? Benarkah? H.S.D yg itu 'kan?",
polisi bernama Togar itu terbelalak tak
percaya dengan apa yg baru saja
ditunjukkan oleh Io.
"apa anda tidak percaya, pak?", tanya Io
tersenyum.
"i..iya saya percaya, dik.", kata Togar
masih sedikit terkejut.
"apa yang terjadi, pak?", lanjut Io.
pak Togar pun mengajak Io agak menjauh
dari TKP. "hemmm begini dik, tadi ada
seorang anak sedang pergi ke toilet dan
ibunya menunggu di luar, namun saat ia
keluar dari toilet, ibunya sudah seperti
ini.", kata pak Togar sambil
mengisyaratkan matanya kepada seorang
anak laki2 berumur sekitar 6 tahun dan
mayat wanita yang wajahnya mirip
dengan anak laki2 tersebur.
'wah ada2 saja... Tapi aku tak boleh
mengabaikan kasus ini, yah hitung2
menambah pengalaman. He he he', pikir
Io dalam hati sambil tersenyum.
"hemmm pembunuhan ya? Apa anda
sudah mempunyai daftar tersangkanya,
pak?", tanya Io.
"kami sudah mengantongi ciri2 tiga
orang mencurigakan yg dilihat oleh
seorang saksi yg kebetulan melihat
mereka bertiga di dekat toilet dan anak
buah saya sedang mencarinya.", tutur pak
Togar.
"lapor pak, kami sudah menemukan 3
orang mencurigakan sesuai dengan ciri2
yg diberitahu oleh saksi, mereka adalah
Toro, Choky, dan Rido.", kata anak buah
pak Togar tiba2 sambil menunjukkan 3
orang pria yg dibawanya.
"sial, apa-apaan ini, saya masih ada
urusan! Untuk apa saya dipanggil
kemari?", kata Toro.
"pak polisi, bukan saya yang membunuh
ibu itu!", gerutu Choky.
"saya masih banyak urusan, pak!", kata
Rido.
"maaf, tapi kami harus meminta
keterangan dari kalian semua atas kasus
pembunuhan ini", kata polisi tadi.
"PEMBUNUHAN???", ujar mereka bertiga.
"ya, mari ikut saya untuk interogasi.",
kata anak buah pak Togar lagi.
***
Hasil interogasi:
1. Toro (M, 35)
* Berapa lama anda di toilet?
"Saya hanya ke toilet saja, itupun cuma
beberapa menit, mungkin sekitar 3-4
menitan lalu saya kembali lagi."
* Menurut saksi, anda meLihat ke kanan-
kiri terus-menerus, kenapa?
"Oh itu, saya sedang mencari teman saya
yang entah pergi ke mana."
* hemmm begitu...
"ya, lagi pula untuk apa saya membunuh
orang itu, kenal pun tidak!"
* apa pekerjaan anda?
"Saya seorang karyawan di perusahaan
swasta, pak."
"apa sudah cukup? Saya masih ada
urusan."
2. Choky (M, 32)
"Sudah saya bilang 'kan pak, saya tidak
membunuhnya."
* berapa lama anda di toilet?
"Saya tadi ke toilet, sekitar 15 menit. Lalu
saya keluar dan ingin pulang karna masih
ada urusan."
* apa anda mengenal korban?
"Saya sama sekali tak mengenal ibu itu,
yang saya tau dia sedang menunggu
anaknya yg berada di toilet."
* apa pekerjaan anda?
"Saya bekerja sebagai pedagang di pasar
tradisional pak."
* kenapa dengan tangan anda? Terluka?
"Tangan kanan saya? Ini karna saya
mengangkat sayur-sayuran yg cukup
banyak jumlahnya, jadi sedikit terkilir.
Maklumlah pak, saya bekerja sendiri."
"jika sudah selesai interogasinya, bisakah
saya pergi dari sini? Saya buru2 ingin
pulang, pak"
3. Rido (M, 36)
* berapa lama anda di toilet?
"Saya pergi ke toilet sekitar 5 menit pak,
setelah itu saya berencana untuk pulang,
karna saya harus ke tempat saya bekerja."
* apa hubungan anda dengan korban?
"Saya tak mengenalnya pak, tapi saat di
dalam toilet saya mendengar ad yg
menjerit. Mungkin berasal dari korban."
* hemmm lalu, pekerjaan anda?
"Saya bekerja sebagai koki di salah satu
rumah makan di kota ini, pak."
* oh begitu... Tangan anda kenapa
diperban?
"Oh tangan kiri saya, biasalah pak seorang
koki berurusan dengan benda tajam
hehe."
"apa sudah selesai? Saya harus segera
pergi dari sini, pak."
***
Setelah itu, polisi tadi memberikan
beberapa fakta yang ditemukan dalam
kasus ini:
- ada sedikit noda darah di bibir korban.
- ada sebuah koper besar di samping
korban.
- luka di punggungnya cukup dalam.
***
"halo dik, siapa namamu?", sapa Io pada
anak korban.
"Andre, kak.", anak korban menjawab.
"dik, ibumu itu seperti apa orangnya?",
tanya Io pada Andre.
"mamah orang yg baik, ia selalu
mengantarku pergi ke sekolah, dan juga
mengantarku memotong rambut setiap 2
minggu sekali di salon kesukaan mamah
karna aku tak suka kalo rambutku sudah
tumbuh panjang. Oh ya, saat menunggu
rambutku dipotong, aku selalu melihat
tangan kiri mamah sibuk dengan
garpunya, karna mamah selalu makan
mie goreng yg ada di salon itu kak,
katanya daripada bosan menungguku
lebih baik makan mie goreng, kata
mamah mie goreng di sana lezat sekali,
kak. Mamah juga sabar sekali padahal
dulu ayah sering memukulnya tapi
mamah tidak melawannya...", kata Andre
yg tampak polos itu panjang lebar.
"hemmm cukup, dik. Terima kasih ya.",
kata Io.
"hei Io, mereka itu tersangkanya ya?",
kata Kiki menghampiri Io saat ia melihat
Toro, Choky, dan Rido selesai diinterogasi.
"lho? Kenapa kamu ke sini, Ki? Hemmm
iya, memangnya kenapa?", ujar Io sedikit
terkejut dengan kehadiran kawannya itu.
"habis aku takut dirampok he he he. Ng...
tidak apa2, hanya saja aku tadi melihat
raut wajah orang itu seperti orang yg
ketakutan, sob!", kata Kiki dengan suara
pelan sambil mengisyaratkan matanya ke
arah Choky.
Kemudian Io kembali menengok mayat
korban dan mengurutkan semua kejadian
di hadapannya, "hemmm begitu ya...",
ujar Io dengan tersenyum :)
"ada apa, Io?", tanya Kiki.
"ayo ikut aku ke pak Togar!", ajak Io.
"siapa itu pak Togar?", tanya Kiki lagi.
"dia itu polisi, Ki. Ayo!", Io pun menarik
tangan Kiki agar mengikutinya.
"permisi pak Togar", kata Io. "saya sudah
mengetahui pelakunya, pak!", lanjutnya
dengan berbisik di telinga pak Togar.
"HAH???", pak Togar terbelalak
mendengar itu...
***
TUGAS: ANALISISLAH KASUS INI!!!
Harian KRIMINAL INDONESIA, 28 Mei 20xx.
Terorisme telah membuat penduduk
Indonesia resah. Polisi pun gerah dan
terus berusaha untuk menangkap
jaringan teroris itu. Akhirnya semalam
polisi berhasil meringkus seorang teroris.
============================================
"Akhirnya kita bisa menangkap seorang
teroris ini. Tapi masih ada seorang lagi
yang lolos!", ujar Inspektur Reza.
"Ya benar. Mari kita introgasi dia untuk
menanyakan di mana temannya
bersembunyi.", kata seorang polisi
bernama Rahmat.
2 polisi itu pergi ke sel tahanan teroris
yang tlah berhasil mereka tangkap tadi
malam.
----------------------------------------------------------------------------------------
30 Mei 20xx
"Kita dapat undangan dari kepolisian
pusat, sobat!", kata M.
"hmmm ada kasus apa ya? Seingatku
tidak ada kasus sulit hari ini.", kata K.
"haha iya juga. Tapi sebaiknya kita ke
sana dulu. Ayo!", M mengambil jaketnya
lalu kedua sahabat itu bergegas ke kantor
kepolisian pusat.
***
"Akhirnya kalian datang juga!", sambut
Inspektur Reza.
"Tentu, Pak. Ada kasus apa sampai2 anda
memanggil kami?", tanya K sambil
memilin lollypopnya.
"Kalian tau 'kan bahwa kami telah
berhasil menangkap seorang teroris?"
"Ng lalu?"
"Ya, kami telah mengintrogasi dia namun
dia malah mengucapkan kata2 aneh dan
kami tak mengerti. Selain itu, dia juga
meminta kertas dan pena lalu ia menulis
sesuatu.", Inspektur Reza menjelaskan
kepada K&M sambil mengambil sesuatu di
saku bajunya.
"Ini kertasnya."
"hmmm", gumam M.
***
Isi kertas itu =>
HNAERVUJSIDRIDBEABC
SATDNAERMIEBNERLEAVKUAONGG
clue: 1 3 5 ... 45
>>> ARQREYNAQF(PU)-VAQVR
clue: 1=14
>>> 3.023,796 m^2
clue: it has been right
time>>> autumnal equinox >> GMT=05.00
***
"boleh kulihat kertasnya, K?", K
menyerahkan kertas itu pada M. Seperti
biasanya, M suka kode.
"lalu, orang itu mengatakan apa Pak?",
tanya K.
"Ng, saya tidak begitu ingat. Apa ya...",
ujar Inspektur Reza sambil mengelus
kumis tipisnya. "tenang, saya sudah
merekamnya. Ini, silakan.", kata Rahmat
menyerahkan tape berisi rekaman teroris
itu.
***
isi rekaman:
"HAHAHAHAHA
Jadi kalian ingin menangkap temanku
yang belum tertangkap itu ya?
Hmmm baiklah, akan kuberi kalian
petunjuk2, yaaah anggap saja hadiah
karna sudah mampu menangkapku!
Untuk itu, aku memerlukan pena dan
kertas.
(srek srek...)
Nah, ini dia...
Jika ingin memecahkannya, kalian harus
mengerti sejarah negara kita tercinta ini,
langit pun jangan sampai kalian lewatkan.
Jika kalian beruntung, kalian akan
menemukan temanku pada waktu yang
tepat di sana.
Hahahaha
good luck, police!!!"
***
"Ng...", gumam K. "kau sudah dengar tadi,
M?", tanyanya pada M.
"Ya, K. Aku akan memecahkannya.", ujar M
tanpa melihat ke arah K, matanya
terfokus pada kertas berisi kode itu.
"OK, sepertinya kami harus pulang karna
masih banyak urusan lain. Kami akan ke
sini lagi setelah kode ini berhasil kami
pecahkan. Permisi.", K&M pulang dan
setibanya di kediaman mereka, M terus
berkutat dengan kodenya.
***
Dua hari kemudian K&M datang kembali
ke kantor kepolisian pusat untuk
melaporkan kepada Inspektur Reza
bahwa mereka telah berhasil
memecahkan kodenya.
"Selamat sore, Pak.", sapa K&M
"Selamat sore. Ah ternyata kalian. Apa
kode itu telah dipecahkan?", ujar
Inspektur Reza.
"Tentu, Pak!", jawab M cepat.
"Hmmm begini Pak, sebaiknya kita
menyergap pelaku saat waktu yang
ditentukan oleh mereka (teroris) karna
teroris itu tidak memberi tau ciri2
temannya pada kita.", ujar K.
"Begitu ya. Sepertinya bagus juga agar
kita bisa meringkus pelakunya dan
tempat itu juga selamat.", kata Inspektur
Reza.
"Ya, karna kemungkinan besar waktu
yang ia maksud adalah waktu ketika bom
mulai dinyalakan.", kata K.
"hm saya atas nama kepolisian
mengucapkan terima kasih kepada
kalian."
"ya, kami permisi Pak."
============================================
Harian KRIMINAL INDONESIA, (tgl) (bln)
20xx.
Kemarin merupakan hari bersejarah bagi
kepolisian Indonesia. Kepolisian pusat
yang dipimpin oleh Inspektur Reza itu
telah berhasil meringkus teroris yang
tempo hari gagal mereka tangkap.
Inspektur Reza menuturkan bahwa semua
itu berkat bantuan detektif yang mereka
juluki "PENYELAMAT KEPOLISIAN".
========================================================
"hahaha lihat julukan untuk kita, M?", ujar
K sambil terkekeh.
"ya, biarkan sajalah K. Ayo pergi, ada
kasus yang harus kita tangani.", balas M
sambil mengambil jaketnya dan bergegas
pergi.
============================================
ANGGAP ANDA ADALAH K&M. SO, PECAHKAN
KODE ITU LALU BERITAHU JAWABANNYA
PADA POLISI (SAYA).
Pagi tadi saya menerima telepon dari
seorang pria yang tidak saya kenal untuk
segera datang ke alamat yang telah
diberikannya melalui telepon itu. Setelah
mandi dan sarapan, saya segera pergi ke
alamat tersebut, cukup jauh karena
berada di luar kota, namun masih di Jawa
Barat. Sekitar 2 jam kemudian saya baru
sampai di sana. Di depan sebuah gedung
yang cukup besar dengan nama "Kantor
Detektif ABC" saya melihat ada seorang
pria yang sedang berdiri dengan gelisah,
cukup tua dengan uban menghiasi
kepalanya.
"selamat pagi Pak.", sapaku.
"ah selamat pagi. Akhirnya anda datang
juga. Sungguh, ini sangat genting! Saya
belum pernah menghadapi keadaan
seperti ini sebelumnya.", ucapnya dengan
gelisah sampai lupa mempersilakan saya
masuk.
"bolehkah saya masuk dan duduk?", saran
saya.
"oh ya tentu saja. Maafkan saya."
"terima kasih. Jadi bagaimana kisah
anda?"
"pertama saya akan beritahu tentang
tempat ini. Ini adalah sebuah kantor
detektif yang dihuni oleh 3 orang
detektif, seorang pelayan yang
merupakan anak perempuan saya dan
saya sebagai manager di sini. Saya tinggal
di rumah yang berjarak sekitar 3 km dari
sini, setiap harinya saya dan putri saya ke
sini sekitar pukul 7 pagi dan 3 detektif itu
tinggal di sini. Tapi kemarin ketika saya ke
sini, mereka bertiga tidak ada. Saya sudah
mencari di mana-mana tapi yang saya
temukan hanya sebuah surat di kamar
salah satu dari mereka yaitu kamar milik
B.", jelas pak tua itu.
"boleh saya lihat?"
"ya tentu. Ini.", katanya sambil
memberikan secarik kertas pada saya.
"terima kasih, saya mau membacanya
dulu."
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kepada: Rob
San dan Kyu pada Malam Purnama
Pertama mencoba mengulang peristiwa
Festival Film Cannes yang Pertama dan
semua itu mengantar nakayubi untuk
menyambut lingkaran berkilau di mana
kau akan disambut oleh orang-orang
Polynesia.
Rob, jika kau menemukan surat ini,
sebelum kau temukan kata 'dan' kedua
cobalah ubah ke dalam dasar ilmu hitung
lalu ubahlah ke dalam dasar ilmu bahasa,
selebihnya kau cobalah cara yang
berbeda. Maafkan aku, Rob.
Ttd,
B
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"hmm", saya bergumam usai saya
membacanya. "maaf Pak, apa saya boleh
melihat kamar ketiga detektif itu?", tanya
saya.
"tentu, mari ikut saya.", katanya dan
mengisyaratkan saya untuk ikut
dengannya.
"apakah Rob itu nama anda?", tanya saya.
"ya, itu nama saya. Nah ini kamar detektif
A."
"hm kamarnya cukup berantakan. Dia
suka bermain kartu ya?", komentar saya
saat memasuki kamar detektif bernama A
itu. "kartu ini tergeletak berjejer, mungkin
ini pesan darinya, Pak?", lanjut saya.
"ah benarkah? Sungguh saya tidak tahu
kalau itu adalah pesan. Untunglah saya
tidak membereskannya.", kata Rob.
"ya mungkin begitu. Coba lihat susunan
kartunya! Aneh bukan? Semuanya adalah
kartu nomor 6, tidak ada yang lain. Hm
ada 21 kartu nomor 6 yang berjejer, dan
ada noda hitam pada titik-titik di
kartunya!", gumam saya.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
1, 13, 136, 13, 15, 245, 15, 1234, 1, 1345,
1245, 234, 1, 2345, 136, 134, 24, 1345,
1245, 1245, 136
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
*itu adalah letak titik-titik yang ada
nodanya, sedangkan penomoran titik-titik
pada kartunya adlah:
1 4
2 5
3 6
*
"Wah wah, detektif-detektif itu orang-
orang yang menarik, Pak! Oh ternyata di
ujung itu ada sebuah kartu tertutup. Mari
kita buka.", ujar saya dan lalu membuka
kartu tersebut. "ah ternyata hanya ada
kata BUTA di balik kartu itu. Hm", gumam
saya melanjutkan.
"sungguh saya tidak mengerti apa
maksud ini semua!", gerutu Rob.
Setelah itu kami keluar dan memasuki
kamar B, tidak ada yang aneh. Lalu kami
lanjut memasuki kamar C. Sekilas tidak
terlihat aneh, tapi saat saya perhatikan
ternyata jam yang ada di kamar itu
janggal. Saya melihat jam tangan saya,
saat itu jam saya menunjukkan pukul
12:15 namun jam di kamar itu
menunjukkan pukul 05:15.
"apa ada petunjuk?", tanya Rob tiba-tiba.
"ya, coba lihat jam itu.", saran saya.
"ah ya ampun, aneh sekali! Perbedaan
waktunya jauh sekali. Sekarang kan sudah
pukul 12:16!", teriak Rob
mengekspresikan keterkejutannya. "oh ya
kalau begitu lebih baik kita makan siang
dulu, kurasa pelayan kantor, Mia, sudah
menyiapkannya. Setelah makan barulah
kita melanjutkan penyelidikan ini. Mari.",
ajak Rob.
"ah ya baik. Terima kasih, dan saya rasa
penyelidikan ini cukup, Pak.", ujar saya.
"hah? Anda serius?!", teriak Rob lagi.
"ya, dan setelah makan nanti saya akan
menenggelamkan pikiran saya untuk
menyatukan puzzle-puzzle yang menarik
ini, Pak!"
Kami pun makan lalu saya berpikir untuk
segera memecahkan semua teka-teki
ini!!!
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
TEMUKAN JAWABAN:
1. Teka-teki yang ditinggalkan oleh
detektif A!
2. Teka-teki yang ditinggalkan oleh
detektif B!
3. Teka-teki yang ditinggalkan oleh
detektif C!
"Hoammmm... akhirnya selesai juga..."
Baru saja Kiki memejamkan matanya, tiba2
handphone-nya berdering menandakan ada
pesan singkat masuk.
"huh, mengganggu saja!", gerutu Kiki.
Kiki tidak mempedulikan pesan singkat itu,
dia meneruskan tidurnya. Keesokan paginya,
handphone Kiki kembali berdering, ternyata
yang menelepon adalah seorang klien
bernama Pak Dido. Di telepon, dia nampak
sangat cemas dan meminta Kiki untuk segera
ke rumahnya, ternyata pesan singkat yang
tadi malam juga dari Pak Dido. Kiki pun
bersiap2 lalu sekitar jam 9 pagi Kiki pergi ke
rumah Pak Dido dengan vespa bututnya.
Sekitar jam 9:30 Kiki sampai di rumah Pak
Dido. Pak Dido terlihat gelisah, di sana juga
ada beberapa orang yang tentu saja tidak
kukenal.
"ah, akhirnya kau datang juga, tuan
detektif!", sambut Pak Dido dengan nada
gelisah.
"hmmm maaf aku terlambat karena vespaku
tadi sedikit ngadat. Oh iya, apa yang akan
anda tunjukkan padaku?", ujar Kiki.
"kemarin sore aku menerima 2 pesan singkat
yang aneh dari nomor yang tidak dikenal.
Saat aku menelepon nomror itu, ternyata
sudah tidak aktif. Silakan anda lihat.", kata
Pak Dido seraya menyerahkan handphone
miliknya pada Kiki.
Beginilah isi dari 2 pesan singkat itu:
Pesan singkat pertama >>
from: +6285131457223
02-02-2010
16:48:17
bertanyalah pada sesuatu yang paling
sederhana di deretan 16 golongan.
5< 7 > --> 2nd
7< 3 > --> 2nd
1< > - 9< > >x5 x7< --> 1st
Pesan singkat kedua>>
from: +6285131457223
02-02-2010
17:15:48
(VIIA:5) -- (VIB:6) - (VIIA:5) - (IA:2) - (IA:2) --
(IA:4) - (VIIA:5) - (IA:2) - (IA:2) -- (IIIB:5) -
(VIA:2) - (IB:7) - (IA:5) -- (VIIIB[3]:7) - (IIIA:3)
- (IB:7) - (IIIA:4) - (IA:1) - (IVB:4) - (IVA:4) -
(IA:5) -- (IIIA:3) - (IVB:4) -- (VIA:2) - (VA:2) -
(IVA:4) -- (VA:3) - (IIA:3) -- (IVB:4) - (VIA:2) -
(IIA:3) - (VIA:2) - (IA:5) - (IA:5) - (VIA:2) -
(VIB:6)
"hmmm", gumam Kiki mengangguk2.
"apa kau mengerti, tuan detektif?", tanya Pak
Dido.
"panggil saja aku Kiki! Tunggu, aku sedang
berusaha memecahkanny!", ucap Kiki.
Kiki mulai berpikir. Alisnya turun maksimal
menandakan kalo dia sedang berpikir keras.
Lumayan lama dia berpikir...
"ah sialan! Apa sih maksud kode ini!", gerutu
Kiki dalam hati.
"nak Kiki, mari kita makan dulu, saya sudah
membuatkan makanan untuk makan siang.",
ujar Ny. Rosi (istri Pak Dido).
"iya tante, nanti saya akan menyusul."
"ayolah, jangan malu2! Masakan ibu enak
lho!", ujar Isti.
Sudah 2 setengah jam Kiki bergulat dengan
kode itu, namun belum juga terpecahkan. Dia
pun pergi ke ruang makan untuk mengiyakan
ajakan Ny. Rosi dan Isti. Ternyata di sana
sudah ada 5 orang. Mereka adalah:
- Pak Dido (47).
- Ny. Rosi (40), istri Pak Dido.
- Rizki (27), anak Pak Dido.
- Isti (19), anak Pak Dido.
- Desi (23), anak Ny. Rosi.
"Wah jadi ini ya detektif yang ayah panggil
untuk memecahkan kode itu?", tanya Rizki.
"iya, nama saya Kiki."
"hahaha, ayah terlalu berlebihan! Paling2 itu
hanya ulah orang iseng saja.", ujar Ny. Rosi.
"apanya yang iseng!", ucap Pak Dido.
"sudahlah, jangan merusak acara makan
siang kita!", kata Desi.
"iya, aku sudah lapar!", kata Isti.
Selesai makan sekitar jam 12:40, Kiki
memutuskan untuk mengelilingi rumah Pak
Dido. Rumahnya lumayan besar namun hanya
satu lantai. Udaranya segar sekali, Kiki
menarik nafasnya panjang2 menikmati udara
segar untuk mengurangi kepenatan otaknya.
Tiba2...
"ah, aku mengerti maksud dari pesan singkat
pertama. Baiklah, akan kupecahkan!", ucap
Kiki senang.
Sekitar jam 1:50, akhirnya Kiki selesai
memecahkan kodenya.
"ternyata begitu, sial! Sekarang sudah lebih
jam 1! Gawat!", gumam Kiki.
Tiba2 terdengar jeritan dari kamar Isti. Kiki
langsung menghampiri sumber suara,
ternyata itu adalah jeritan Desi.
"sial aku terlambat!", ujar Kiki.
"apa yang terjadi?", tanya Pak Dido yang
datang bersamaan dengan yang lain.
Isti tewas dengan luka di leher dan
pergelangan tangannya.
"tolong hubungi polisi dan ambulance!", ujar
Kiki.
Tidak lama kemudian polisi tiba di TKP. Polisi
pun mengintrogasi para tersangka. Selagi
polisi mengintrogasi para tersangka, Kiki
memutuskan untuk memeriksa TKP.
"aku tidak menemukan senjata
pembunuhnya. Korban tidur menggunakan
selimut di siang yang panas seperti ini. Di
selimut ada 3 noda darah. Di sekitarnya tidak
ada yang aneh kecuali laci meja rias korban
yang terbuka dan keadaan meja riasnya.
Isinya hanya gunting, penjepit bulu mata,
buku diary, lipstick yg sudah habis dan botol
minyak wangi kosong. Diatas meja rias itu
ada lipstick, minyak wangi, bedak, eye-
shadow, pelembap wajah, dan beberapa buah
apel di piring kecil. Hmmm sepertinya ada
benda yang hilang! Benda tajam yang
digunakan untuk membunuh korban. Akan
kucari!", gumam Kiki dalam hati.
Kiki lalu pergi keluar rumah, tepatnya diluar
jendela kamar korban, di sana dia
menemukan sarung tangan dengan bercak
darah lalu dia meneruskan langkahnya ke
tempat yang lebih jauh.
"aha, ketemu!"
Kiki kembali ke TKP untuk menanyakan alibi
para tersangka kepada polisi.
Pak Dido: Setelah makan siang tadi saya terus
berada di ruang kerja saya untuk melanjutkan
pekerjaan2 saya karna banyak pekerjaan yang
belum diselesaikan. Karna saya tidak mau
diganggu, maka saya mengunci ruangan itu.
Saya keluar ruangan itu setelah mendengar
jeritan Desi.
Ny. Rosi: setelah makan siang aku dan Desi
mencuci piring, saat sedang mencuci piring,
handphone Desi berdering. Jadi Desi pergi
untuk mengangkat telepon. Sedangkan saya
meneruskan mencuci piring sendirian. Setelah
mencuci piring sekitar jam 1 saya pergi ke
kamar untuk bersiap2 pergi arisan. Ketika
saya tengah berdandan, tiba2 terdengar
jeritan Desi lalu saya langsung ke sini.
Desi: Setelah makan tadi aku dan ibu mencuci
piring2 kotor, tapi tidak lama kemudian
temanku menelponku. Jadi aku berhenti
mencuci piring dan mengangkat telpon dari
temanku itu. Karna kemarin sore aku sudah
berjanji pada temanku untuk menemaninya
ke toko buku, jadi aku mandi, saat
berdandan, ternyata lipstickku habis dan aku
memutuskan untuk meminjam pada Isti. Tapi
saat aku ke kamar Isti, Isti sudah...
Rizki: Setelah makan tadi aku pergi ke ruang
tengah untuk menonton TV, tapi karna tidak
ada siaran yang menarik, aku pergi ke kamar
Isti untuk mengambil mp3 player milikku
yang dipinjamnya 3 hari yang lalu. Kurasa
saat itu jam 1:20. Namun saat aku mengetuk
pintu kamarnya, tidak ada jawaban, maka aku
memutuskan untuk pergi ke kamarku dan
meneruskan menonton DVD yang tertunda
akibat makan siang tadi. Lalu sekitar jam 1:40
aku mendengar jeritan Desi, maka aku
langsung ke sini.
"hmmm", gumam Kiki.
"hei bagaimana menurutmu? Oh iya,
bagaimana sikap korban saat kau bertemu
dengannya?", tanya polisi.
"hmmm, saat makan siang, dia biasa2 saja.
Setelah makan siang, dia pergi, kurasa
menuju kamarnya untuk beristirahat.", kata
Kiki.
"begitu ya."
"ya, akan saya pecahkan kasus ini secepatnya,
Pak!"
Kiki berpikir keras, dia menghubungkan
semua data yg ia peroleh...
---------------------------------------
TUGAS:
1. APA ARTI KODE ITU?
2. SIAPA PELAKU PEMBUNUHAN ITU?
3. APA SENJATA YANG DIGUNAKAN?
4. KRONOLOGIS KASUS!
Jam 9 pagi aku sudah mendapat telfon dari
inspektur Deni untuk menangani kasus
pembunuhan seorang pengusaha sukses.
Pengusaha tersebut bernama Pak Frans. Pak
Frans ditemukan tewas oleh Pak Tejo, tukang
kebun di rumah tsb, di halaman belakang
rumah sekitar jam 07.15 pagi ketika Pak Tejo
hendak merapikan kebun. Kepala Pak Frans
pecah dan di sekitar mayatnya terdapat
pecahan guci. Malamnya telah diadakan
sebuah pesta sebagai perayaan atas
suksesnya projek Pak Frans yang baru. Pesta
tersebut dimulai pada jam 8 malam hingga
jam 12 malam. Berikut keterangan para
tersangka:
* Ny. Diana (istri korban): aku terus bersama
dgn anakku dan pacarnya, aku hanya pergi ke
dapur untuk mengambil minuman untuk para
tamu, kira2 jam 10 malam, lalu aku kembali
lagi k pesta. Karena suamiku sibuk mengobrol
dengan para rekan bisnisnya. Setauku dia
pergi ke kamar pada jam 11.30 malam karna
dia merasa pusing dan mengantuk.
* Elis (anak korban): aku terus bersama ibuku
dan pacarku, Riky. Kami mengobrol mengenai
rencana pertunangan aku dan Riky. Aku tidak
terlalu memperhatikan ayah karena ayah
sibuk dengan teman2nya. Setelah ibu kembali
dari dapur, aku pergi ke toilet, kra2 ak di sana
selama 10 menit. Lalu ak kembali dan
melanjutkan obrolanku dgn ibu dan Riky.
* Riky (pacar Elis): Aku adalah pacar Elis dan
sekaligus bawahan Pak Frans. Aku ke sini
karna diundang oleh beliau. Aku datang
sekitar jam 9 malam, karna aku ada urusan di
tempat lain sehingga aku terlambat ke sini.
Sesampainya di sini aku langsung
menghampiri Elis dan ibunya, lalu kami
mengobrol. Ketika Ny. Diana kembali setelah
mengambil minuman, aku mengantarkan
minuman2 itu kepada Pak Frans, Pak Tino,
dan Pak Dias yang saat itu tengah asik
ngobrol. Lalu aku ngobrol sebentar dengan
mereka, setelah itu kembali lagi ke tempat di
mana Elis dan Ny. Diana mengobrol. Karna
sudah larut malam dan Ny. Diana
menyuruhku menginap, akhirnya aku
menginap di sini.
* Pak Tino (rekan bisnis Pak Frans): Aku rekan
bisnis Pak Frans. Dia mengundangku sebagai
ucapan trimakasihnya padaku karna aku telah
membantunya dalam projek ini. Aku terus
berbincang2 dengan Pak Frans dan Pak Dias
mengenai projek selanjutnya. Aku hanya
pergi ke toilet kira2 jam 10.13, aku cukup
lama di toilet karna perutku sejak kemarin
pagi memang bermasalah. Sekitar jam 11.25
aku kembali dan Pak Frans ijin pamit ke
kamarnya karna dia mengantuk. Tidak
biasanya dia mengantuk jam segitu. Lalu ak
mengobrol berdua saja dengan Pak Dias.
* Pak Dias (rekan kerja Pak Frans): seperti
yang dikatakan Pak Tino, kami bertiga terus
berbincang2. Ketika Pak Tino pergi ke toilet,
aku hendak meminjam uang pada Pak Frans,
tapi Pak Frans tidak memberikannya karna
aku masih punya hutang padanya. Karna
sudah larut, kami menginap di sini dalam
satu kamar.
Pandangan para tersangka terhadap korban:
* Ny. Diana: Suamiku itu mata keranjang. Aku
sering memergokinya kencan bersama
wanita lain. Aku kesal melihatnya.
* Elis: Ayah selalu menghinaku karna aku
mencintai Riky yang hanya bawahan ayah.
Dia tidak pernah mengerti perasaanku.
* Riky: Pak Frans orang yang sewenang2, dia
sombong karna dia sudah sukses dan
terkadang menghina hasil kerja para
karyawannya.
* Pak Tino: Dulu dia sangat baik, tapi
sekarang setelah dia sukses, dia seperti
kacang lupa akan kulitnya!
* Pak Dias: Aku kesal padanya, dia selalu
menghinaku karna perusahaanku sekarang
hampir bangkrut!
- Keterangan dari Pak Tejo:
Rumah ini mempunyai 3 kamar (kanan ke kiri:
Elis, Pak Frans, tamu) yang semuanya berada
di belakang. Guci yg hilang itu adalah guci
kecil kesayangan Tuan yang letaknya dekat
dengan ketiga kamar tersebut.

